Kajati Sumbar sibuk memeriahkan HBA Lupa dengan tupoksinya memanggil Ketua Klompok ternak sapi yang hilang 79 ekor.

Sumbar, postsurabaya.com

Kelompok tani sapi bantuan kementrian pertanian 100 ekor akan di korbankan masuk penjara kalau berani ambil sisa sapi 21 ekor, kamis (20/07).

Rekening kelompok tani masih kosong tidak ada dana masuk dari kementrian untuk beli 100 ekor sapi, buat kandang, beli mobil. Beli pakan dan lainya.

Kajati Sumbar mandul tidak berani periksa ketua kelompok tani karya muda tani atas hilangnya 79 ekor sapi dari kandang.

Kajati Sumbar Asnawi SH MH sibuk memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke 63 lupa denga. Tupoksinya sebagai penegak hukum.

Kami minta pejabat yang bersangkutan memeriksa dan tangkap pelaku orang orang yang sudah menilep hilangnya 79 ekor sapi secepatnya di periksa di proses hukum yang berlaku.

Sudah berjalan dari tahun 2021 sampai 2023 Kajati tampaknya belum bekerja.

Sedangkan kelompok lain sudah di jadikan tersangka 3 orang dari CV, PPATK dan KPA.
Kami menunggu pelaku yang menilep 79 ekor sapi bantuan kementrian pertanian.

Sudah jelas pengadaan sapi dari 4 perusahaan 1, CV Putri Rafa Dewi, 2, CV Adyama, 3, CV Emir Darul Ikhsan Dwiputra, 4, CV Lembah gumati.

Selain 4 perusahaan CV tersebut dugaan keterlibatan pejabat lapangan juga harus di ikut bertanggung jawab. Ketua kelompok Trisno Irawan.

Abdul Abas selalu camat, dokter hewan, kepala dinas peternakan, PPATK, yang selama ini melindungi permasalahan ini harus ikut bertanggung jawab.

Selam ini dari kelompok tani yang di komandoi Jorong Riko Korpriandi bersam
Harno,Rusli,Pujiman,Mujiono,Mulyanto.

Edi Saputra,Saipan Ini nama-nama anggota yang tercantum, sudah termasuk di situ sekretaris dan bendahara, berjuang ingin mendapatkan sapi bantuan dari kementrian pertanian dari tahun 2021 Samapi saat ini 2023 hanya janji janji yang di berikan.

Setelah berita dari media viral ketua kelompok baru mau mberikan sisa sapi 21 ekor. Bukan 23 lagi sudah hilang 2 ekor lagi ujar sumber di lokasi kandang ternak yang di kelola bersam.

Perlu di ketahui. Uang yang di kucurkan pemerintah bukan hanya untuk beli sapi, tapi ada uang buat pembuatan kandang sapi, uang buat beli pakan ternak, uang buat beli kendaraan untuk angkut pakan ternak.

Selama ini sapi di kandang tidak terawat badanya kurus tempat sapi pun tidak layak Karna becek basah air.

Pantauan awak media dari tahun 2021 Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat melaksanakan kegiatan pengadaan Sapi dengan Anggaran sebesar R. 35.017.340.000,-

Untuk pengadaan sebanyak 2.082 ekor sapi Betina siap bunting, dengan rincian terdiri dari 1.572 ekor Sapi lokal dan 510 sapi Crossing, yang dituangkan kedalam 5 paket Kontrak pekerjaan oleh 4 Perusahaan, yakni :

CV. Putri Rafa Dew dengan 2 paket pekerjaan masing-masing untuk pengadaan sapi Crossing paket 1 dan pengadaan sapi local paket 2

CV. Adyatma untuk pekerjaan pengadaan sapi crossing paket 2 CV. Emir Darul Ehsan Dwiputra untuk pekerjaan pengadaan sapi local paket 1 dan CV. Lembah Gumanti untuk pekerjaan pengadaan sapi local paket 3.

Uang Negara Dari Dana APBN Sebanyak 100 Ekor Ternak Sapi Hanya 21 Ekor Kembali Ke Anggota Oleh Ketua Setelah Viral di Medsos.

79 Ekor di duga Korupsi orang orang yang tidak bertanggung jawab. Menurut salah satu anggota yang takau namanya di sebut.

Kelompok tani sapi tidak bakalan berani lapor ujar salah satu kelompok menirukan ucapan ketua kelompok.

Pernah disampaikan kepada Anggota Kelompok Ternak Sapi Oleh Buk Ditjen Dari Pusat, Peternakan dari Kesehatan Hewan bahwa rata-rata harga modal sapi 20 juta.

Selain pengaduan ke Tipikor Polres mencapai beberapa pemberitaan Viral Ke Medsos Baru Diserahkan Ketua kelompok Sisa Sapi kepada anggota dari 100 ekor Sapi Hanya Sisa 21 Ekor dan masalah ini masih bergulir Karna sapi di suruh bawa keluar dari kandang.

Kalau sampai sapi di bawa keluar kandang oleh kelompok yang di komandoi Jorong Riko Kopriadi,” sudah di pastikan ketua klompok akan menuduh mereka mencuri sapi dari kandang.

Orang orang ini kan cuci tangan atas perbuatanya. dan akan mengorbankan orang orang yang tidak berdosa akan masuk penjara Karna membawa sapi bantuan dari kementrian petertanian dari kandang sebanyak 100 ekor seharga 2milyar.

Seperti yang disampaikan Buk Ditjen peternakan, datangnya dulu rata-rata harga modal 20 juta/ekor, dalam 100 ekor Sekitar 2 M.

Sedangkan ternak Sapi sejak bulan November tahun 2021, harusnya sudah besar dan betina bunting bahkan sudah melahirkan.

Jumat 07/07/2023 Pihak anggota kelompok Ternak Sapi kepada awak media inisial (athia) bahwa 21 ekor yang ada sisa SAPI dari kandang telah diserahkan kepada anggota oleh ketua kelompok (Trisno Kurniawan).

Sapi yang 21 ekor tersebut sungguh prihatin seperti anakan Sapi Rata-rata
Sekitar 7 juta per ekor dengan keseluruhan etstimasi harga kisaran 147 juta rupiah.

“Anggota kelompok mengatakan jika seperti ini tanpa kejelasan Oleh Ketua (Trisno Kurniawan) kemana Mengalir Seluruh Penjualan Sapi tanpa KAS lebih baik di kembalikan Saja ke Negara”, ujar salah satu anggota kesal Karna mengadu keaana kemari tidak di respon pejabat negara.

“Rekening koran kelompok yang dibawa waktu anggota melapor ke Tipikor Polres, uang yang sebanyak itu kok nggak mampir ke rekening kelompok”, ujarnya.

Kalau Alasan ketua kelompok (Trisno) selama ini susah ditemui Bendahara itu sangat tidak logis karena bendahara inisial (Suratno) nggak sampai (1) km jarak rumah Mereka.

Uang Negara sebanyak itu berani kali ketua Trisno ini tanpa dimasukkan ke rekening kelompok.

Sudah sejak bulan Agustus tahun 2022 pengaduan kami ke Tipikor Polres Solok Selatan kok sesulit mungkin kami dapat ke Adilan.

Hanya harapan terakir ke Kejaksaan tinggi perkara ini bisa selesai. Itu pun kalau Kajati Asnawi SH MH masih mau bantu petani yang di bohongi ketua klompok.

Ketua Kelompok (Trisno Kurniawan) tidak transparan kepada kami baik secara langsung ataupun melalui WA grup kelompok akan itu tidak tau Penjualan dan lain sebagainya sampai saat ini.

Arfaiz / postsurabaya

[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.