Mau masuk 4 bulan kasus walikota Bandung, Baru di sidang di Tipikor Bandung, lambat.

Bandung – postsurabaya.com

Walikota Bandung di tangkap KPK, saat berbuka puasa, namun KPK lalu ajudannya juga di bawa ke jakarta, rabu (26/07)

Sidang Walikota Bandung sudah mulai di sidang di pengadilan tipikor Bandung, sudah 3 bulan kasus ott KPK.

Mau masuk 4 bulan kasus walikota Bandung, Baru di sidang di Tipikor Bandung, lambat

Walikota kota Bandung sekarang mejalani hukumannya di rutan KPK di jakarta.

Penangkapan itu di lakukan karena diduga dugaan suap menyuap dalam suatu intansi di Pemkot Bandung.

Kini, sudah sekitar 3 bulan masa Walikota Kota Bandung di dalam tahanan KPK.

Bahkan dari KPK belum ada yang di sidang, masa tahan di perpanjang, perpanjang lagi.

“Pihak keluarga juga di minta, agar saudara walikota, lambat penangan sidang di tipikor”, ujar keluarga Ed.

Menurut Ed, bahwa saudaranya sudah mau maduk 4 bulan belum di sidang di tahanan KPK.

Yana Mulyana, Wali Kota Bandung itu harus menjalankan Ramadan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK.

Pada Jumat (14/4/2023) lalu, sejumlah penyidik KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di rumah dinasnya, tepatnya kala ia berbuka puasa.

Detik-detik menegangkan kala Yana dikepung sejumlah penyidik ini diungkapkan Ajudan Wali Kota Bandung Andri Susanto, dalam persidangan tiga penyuap Yana Mulyana.

Saat penangkapan oleh KPK, yana mulyana, sempat percaya atau tidak, Jadi itu OTT-nya pas buka puasa.

Bapak abis dari Ujung berung ada acara, kemudian pulang ke Nylan (Rumah Dinas Walkot Bandung di Jl Nylan, Cicendo),” kata Andri saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (24/7/2023).

Sebelum OTT terjadi, Kadishub Kota Bandung Dadang Darmawan datang ke rumah dinas Yana.

Kemudian, 15 menit berselang, Andri didatangi sejumlah petugas KPK yang diketahui sedang melancarkan operasi tangkap tangan.

“Sekitar 15 menitan, saya langsung didatangi, HP langsung disita.

Terus saya nunggu di teras, kalau bapak (Yana) diinterogasi di dalam,” ungkapnya.

Andri pun tak mengetahui barang bukti apa saja yang dibawa petugas KPK saat OTT tersebut.

Yang ia ketahui hanya istri Yana menangis histeris saat Andri hendak ikut dibawa bersama Yana.

Malam itu, Andri ikut digelandang bersama atasannya oleh KPK.

“Karena saya di teras, bapak di ruang utama, nggak tahu apa aja yang dibawa.

Cuma terakhir pas masuk pas mau pergi, ibu nangis ke saya. Itu aja,” tuturnya.

Dalam sidang itu, turut terungkap fakta bahwa ada informasi penggeledahan KPK yang bocor.

Muncul pesan misterius yang membocorkan rencana penggeledahan KPK setelah melakukan OTT ke Yana.

Pesan itu ditujukan kepada istri tersangka Sekretaris Dishub Kota Bandung Khairul Rijal, Rini Januanti.

Wanita yang berstatus sebagai ASN di Diskominfo Bandung itu mengaku mendapat pesan WhatsApp misterius dua hari setelah penangkapan Yana.

Mulanya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Titto Jaelani menanyakan kepada Rini mengenai penggeledahan pada 18 April 2023 di rumahnya.

Rini mengatakan, saat itu penyidik KPK menyita sejumlah dokumen yang berhubungan dengan suaminya, termasuk menyita HP miliknya beserta Rijal.

“Terus di HP itu ada isi WA seperti apa?” tanya Titto kepada Rini di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (24/7/2023). Dikutip detikjabar.com

“Ada WA yang isinya mengingatkan untuk mengamankan surat berharga dan sejumlah uang,” ucap Rini menimpali pertanyaan tersebut.

Rini tadinya tidak mengetahui siapa yang mengirim pesan WhatsApp tersebut.

Yang ia tahu, si pengirim itu mengaku bernama Adi dan mengklaim sebagai teman satu blok suaminya, Khairur Rijal.

Deni / henry / postsurabaya

[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.