
Tangerang, postsurabaya.com
Kepala sekolah SMP Negeri 2 Sepatan kurang perhatian terhadap sekolah di lingkungan sekolah sendiri, bahkan tempat dia sendiri tak dirawat, pada hal dana bos jalan terus di ambil.
Seharusnya pemeliaraan Pintu, Lampu, kran yang bocor dan konci itu juga ada sudah ada di dana bos, SMPN 2 Sepatan Kab. Tangerang, Banten, kamis (02/10).
Ada beberapa Aktivis dan LSM agar minta pihak ispektorat agar di periksa dana bos yang di kelola oleh Kepsek SMPN 2 Sepatan.
Dasarnya, bahwa Pintu WC, Pintu masih di tempel triplek, konslet, keran dan atapnya sudah bocor yang layaknya bangunan tampa tak ada huninya.
Kritikan ini langsung di sampai pada media ini, sehingga wartawan yang ada di sekolah SMP Negeri 2 sepatan, memang seperti itu.
“Kami minta pada pihak Dinas Pendidikan dan Ispektorat agar Kepsek agar di periksa ada cendrung korupsi”, katanya sebut saja Ardian Syah, SH,.MH aktivis.
Menurut Ardian, kan hal itu ada dugaan uang dana bos ada kebocoran terkesan di bagi-bagi uangnya.
Sehingga yang di alokasikan ke mana, itu ada laporan yang valid.
“Kami menduga Kepsek Agus Soni Sobari, M.Pd harus di laporkan ke pihak kejaksaan”, tuturnya.
Menurut informasi yang sedang berkembang dana bos ratusan juta itu diduga tidak jelas pengunaannya.
“Sedangkan pemeliraan yang ringan saja di 3 juta saja, tidak tahu kemana uangnya”, tuturnya sebut saja Andi dari Guru.
Bahkan kepsek seakan tak perduli terhadap sekolah pintu wc laki-laki pintunya ada tiga buah rusak semuanya.
Kata andi, seharusnya bapak kepala sekolah Agus Sonisobari,.M.Pd di tempat-tempat melalui dana bos biaya operasional sekolah kepada kepala dinas pendidikan mustinya peringatan kepada kepala sekolah tersebut
“Kami mau komfirmasi pada pihak sekolah tidak ada di tempat”, katanya Sekurity.
(A.Tambah)
[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]
Related Posts

Jika ditanamkan tentu akan melahirkan generasi-generasi penerus bangsa yang akan mampu menjaga martabat.

Peringatan iki dadi momentum kanggo nguatake komitmen sekolah kanggo transformasi lestari tumuju lembaga pendidikan unggul sing adaptasi karo perkembangan saiki.

Kajaba kita nganakake ing gedung milik pemerintah utawa umum, kita kudu duwe ijin.

gaan Pemerasan Prestasi Sekolah ing Permukaan Magetan, Pejabat Kementerian Agama lan Pelaksana Tugas Kepala Sekolah MIN Diduga Terlibat.

GEDONG PENGADILAN DIPANAS ING TOKO KELUARGA PEGANGGU NESU MARANG SAKSI LAN TERGUGAT (ora kanggo nuwuhake emosi).

No Responses