mgid.com, 766271, DIRECT, d4c29acad76ce94f

Namun Dewi Persik ini bersama aparat RT di samping rumahnya ikut menjadi gaduh.

Jakarta, postsurabaya.com

Woow heboh di ruang maya dan internet, bahwa Dewi Persik mempersoalkan sapi korban, sehingga pada natizen juga ikut mengometar, sabtu (01/07).

Heboh Dewi Persik : Malu-maluiin terkadang memberi tidak terima bahwa sapi ia berikan pada warga tidak tepat sasaran, lalu RT tidak terima.

Namun Dewi Persik ini bersama aparat RT di samping rumahnya ikut menjadi gaduh.

Apakah keduanya antara RT dan Dewi Persik akan di periksa polisi?.

“Kami berharap demikian, bahwa keduanya harus di bawa ke kantor polisi agar di minta untuk memberikan keterangan tentang sapi kurban”, kata @hengki.

Menurut @hengki, sebaiknya keduannya harus di periksa, agar mana yang benar.

Apakah Pembatu Dewi Persik, apakah RT yang agak budak menerima sumbangan sapi oleh warga.

Menurut Informasi beredar, bahwa penyanyi dangdut Dewi Perssik menyatakan bahwa dirinya memang tidak berkoordinasi dengan pihak RT tempat.

Setidaknya, tinggalnya terkait hewan kurban miliknya dan mencukupkan diri berkoordinasi dengan ustad masjid dekat rumahnya.

Yang di pagil akrabnya, Depe beralasan dirinya mendapati keluhan dari warga soal bantuan yang tidak merata.

Namun yang membuat hati Dewi Perssik gondok, bantuan yang diberikan justru mengalir ke orang yang bukan masuk ke dalam wilayah RT tempat tinggalnya.

“Malah yang dapat kadang dari RT lain,” katanya.

Sejak saat itu Depe hanya berkoordinasi dengan ustad masjid jika akan memberikan bantuan.

Terkait bantuan yang diberikan Dewi Perssik disebut tidak merata ke warganya, Malainkan tidak tepat sasaran.

Ia selaku penyumbang kurang puas, ia selaku Ketua RT 06 RW 04 Lebak Bulus Jakarta Selatan secara tegas melayangkan bantahan.

Menurutnya Malkan, bantuan itu sudah tepat sasaran.

Dia pun meminta untuk menanyakannya secara langsung ke warga apakah bantuan selama ini tepat dan merata atau tidak.

“Saya pernah sekali (dapat bantuan Dewi Perssik untuk warga).

Itu pun diangkut dari rumah Dewi pakai motor oleh dua orang anak Karang Taruna yang mengantarkan, dikutip jawapos.

Lalu, Kan dari rumah dia ngambilnya, bukan di-drop di rumah saya.

Terus anak-anak itu kemana coba (setengah mengambil barang dari rumah Dewi) ?,” ujar Malkan.

Ia mengklaim warga sekitar mau demo usai disebut pembagian tidak merata.

Menurut Malkan, di masjid di tempatnya menjadi percontohan terkait pembagian hewan kurban.

deni / henry / postsurabaya

[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.