
Madiun, POSTSURABAYA.COM.
Dalam rangka pelestarian kesenian budaya khas daerah,di selenggarakan di lapangan desa Mejayan Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun, Rabu (22/07).
menggelar Lomba Dongkrek tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Madiun.
Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 18 Juli 2026 pukul 08.00 WIB, bertempat di lapangan di Desa Mejayan.
Kompetisi ini diikuti oleh 12 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Madiun yang terdiri dari 9 jenjang SD dan 3 jenjang SMP.
Para peserta tampil menampilkan keindahan gera.,
Harmoni irama, serta nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kesenian Dongkrek.
Membuktikan warisan leluhur tetap hidup di kalangan generasi muda.
Puncak acara ditandai dengan peresmian penetapan status Desa Mejayan sebagai “Mejayan Bumi Dongkrek”.
Penetapan ini disahkan secara resmi oleh Kepala Desa Mejayan, Gunawan Wibisono, ST. Langkah ini menjadi pengakuan atas peran strategis desa tersebut.
Sebagai pusat pelestarian, pembinaan, dan pengembangan kesenian Dongkrek di wilayah Kabupaten Madiun.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat identitas budaya lokal, menanamkan rasa cinta warisan daerah di kalangan pelajar.
Serta mendorong pengembangan potensi budaya sebagai kebanggaan dan daya tarik wilayah Mejayan ke depannya.
(Markum)
Related Posts

Tetapi juga menjadi pelindung sekaligus penggerak kejayaan batik Indonesia yang dibanggakan di kancah dalam maupun luar negeri.

KASUS PEMERASAN PEDAGANG ROKO ILEGAL MENUNGGU NASIB TUNTUTAN JAKSA.

Tercatat ada sekitar 119 peserta yang lolos seleksi administrasi. Selanjutnya ada 40 peserta.

Koperasi simpan pijam diduga mencekik penerima pijaman.

SMKN 1 Tuban optimis seluruh peserta didik mampu menghadapi TKA 2026.

No Responses