
Tangerang, postsurabaya.com.
Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Mauk Kab. Tangerang, Banten, diduga tidak sesuai rencana Anggaran Biaya (RAB), jumat (15/08).
Bangunan SMPN 2 Mauk ada indikasi mengurangin biaya bahan baku.
Warga minta pada aparat terkait agar pemeriksaan bangunan Gedung SMPN 2 Mauk harus telity.
Banyak dugaan dari pemasangan behel dan atap baja ringan tak sesuai RAB.
Bahkan pihak warga spikulasi tentang bangunan SMPN 2 Mauk asal jadi dan mencari keuntungan lebih besar.
“Kami minta pada ispektorat agar pihak kontraktor pemeriksaan bersekala, agar dana pembangunan dan rehab tidak mengutungkan pihka kontraktor”, ujarnya Samsudin (45) warga setempat.
Menurut Samsudin, bahwa saat pemasangan baja ringan tak sesuai spek dari standar.
“Kami menguatirkan SMP negeri 2 mauk asal jadi baja ringan ukuran 065 seharusnya 075, hal ini salah satu pencurian bahan”, tuturnya Redian mahasiswa Semester Teknik Bangunan di Kampus Tangerang.
Kata dia, hal ini perlu ada tinjau ulang pada pihak ispektorat Kab. Tangerang.
Ketika di telepon dinas pendidikan pekerjaan sudah sesuai dengan RAB rencana anggaran bangunan padahal kenyataan di lapangan malah sebaliknya.
“Bangunan SMPN 2 Masuk sudah sesuai Spek”, katanya Kadis Pendidikan.
(AT01)
Related Posts

Jika ditanamkan tentu akan melahirkan generasi-generasi penerus bangsa yang akan mampu menjaga martabat.

Peringatan iki dadi momentum kanggo nguatake komitmen sekolah kanggo transformasi lestari tumuju lembaga pendidikan unggul sing adaptasi karo perkembangan saiki.

Kajaba kita nganakake ing gedung milik pemerintah utawa umum, kita kudu duwe ijin.

gaan Pemerasan Prestasi Sekolah ing Permukaan Magetan, Pejabat Kementerian Agama lan Pelaksana Tugas Kepala Sekolah MIN Diduga Terlibat.

GEDONG PENGADILAN DIPANAS ING TOKO KELUARGA PEGANGGU NESU MARANG SAKSI LAN TERGUGAT (ora kanggo nuwuhake emosi).

No Responses