
Wamena, postsurabaya.com
Siswa Baru SMA Negeri Unggulan Lapago, Dandim Jayawijaya Tanamkan Cinta Tanah Air
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri Unggulan Lapago terasa istimewa, karena kegiatan tersebut.
Dihadiri langsung Komandan Kodim 1702/JWY Letkol Cpn Athenius Murip, S.H., M.H., untuk memberikan motivasi kepada siswa siswi baru SMA Negeri Unggulan Lapago, Jumat (28/07/2023).
Menurutnya, hal ini bertujuan untuk menumbuhkan motivasi, semangat, persatuan, kedisiplinan dan membentuk kesadaran berbangsa dan negara pada siswa siswi SMA Negeri Unggulan Lapago.
“Para siswa siswi SMA Negeri Unggulan Lapago ini adalah generasi penerus dan merupakan aset bangsa yang harus dijaga dan dibina serta diarahkan.
Agar kelak menjadi para pemimpin bangsa handal yang siap memajukan Negara Indonesia khususnya di Papua Pegunungan ini,” ujarnya.
Dijelaskannya juga, tatap muka Dandim 1702/JWY denga siswa siswi tersebut merupakan upaya untuk menangkal pengaruh negatif maupun doktrin dari paham radikalisme.
Apalagi saat ini dihadapkan pada era digital yang sangat memudahkan para generasi muda dalam mengakses berbagai informasi.
“Kegiatan ini salah satu upaya untuk mengembangkan jati diri para generasi muda agar lebih memahami baik itu tentang Bangsa Indonesia maupun dasar-dasarnya sehingga terwujud persatuan dan kesatuan yang utuh,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri Unggulan Lapago Denius Kogoya, S.Pd., M.Pd., mengatakan, bahwa pihaknya sangat mendukung dan mengapresiasi kehadiran Dandim 1702/JWY yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan motivasi kepada anak didik SMA Negeri Unggulan Lapago.
“Kami dari pihak sekolah sangat mengapresiasi kehadiran Dandim 1702/JWY yang telah memberikan arahan dan motivasi kepada siswa siswi kami.
Dengan harapan siswa siswi lebih giat belajar sehingga menjadi siswa siswi yang berprestasi,” ucapnya.
Husna / postsurabaya
Related Posts

Pengelola Kafe Hurricane hingga berita ini diturunkan belum bersedia memberikan tanggapan terkait dugaan yang melibatkan usahanya.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat identitas budaya lokal, menanamkan rasa cinta warisan daerah di kalangan pelajar.

Festival Ronthek Pacitan 2026 sendiri menjadi momentum krusial untuk menjaga kelestarian seni tradisional sekaligus memberi ruang ekspresi bagi generasi penerus.

Warga minta pada pihak dinas terkait agar berikan sanksi berat pada pabrik buang limbah kesungai.

TPA Jatiwaringin sampai saat ini belum padam.

No Responses