
Tangerang, postsurabaya.com
Perbatasan antara desa Pakualam dan Kayu bongkok, Kab. Tangerang, banten jalan irigasi Desa Pakualam – Irigasi Kayu Bongkok rusak parah, sabtu (27/05).
Kurang kontroling dari pihak Dinas terkait, bahkan pihak kedua Desa tersebut tidak ada upaya melaporkan pada Dinas Terkait tentang jalan yang rusak.
Sehingga tak di tangani oleh pihak Dinas terkait, ini kedua Desa tersebut tidak tahu mana kewenangan Dinas dan mana kewenangan Desa.
Seharusnya, walaupun itu tidak kewenangan Desa tetapi desa upaya melakukan laporan pada dinas terkait agar jalan yang rusak dapat di perbaiki.
Menurut informasi, bahwa jalan yang di lintasi dua desa itu juga jalan alternatip, maka, sangat tahu pihak desa, yang mana kewenangan desa dan mana kewenangan dinas.
“Ini seperti menunggu hujan dari langit, jika jalan tersebut tidak ada yang melaporkan pada dinas terkait bagai mana jalan tersebut bahwa itu rusak”, katanya Samsiar, SH aktivis.
Menurut Samsiar, bahwa jalan dan pasilitas umum itu yang tahu lebih cepat Desa, jika desa tidak tahu jalur yang mana di laporkan pada dinasnya, maka kades tidak tahu kerja.
Pembangunan itu bukan dari ADD saja tetapi APBD dan APBN juga itu juga anggaran.
Menurut Warga Doni (45) sore-sore lalu sekitar jam 17.00 Wib saat ibu-ibu menempuh jalan yang rusak itu mau kesepatan ban motornya terpeleset dan ibu bawa anak itu jatuh bersama motornya.
“Karena keluarga atau ibu kades jatuh kemungkinan bisa cepat di tangani, ini masyarakat biasa, di biarkan saja”, kata Doni.
modi / henry / postsurabaya
Related Posts

Kejadian tersebut terjadi di Jalan Utama Sepatan, Pakuhaji, tepatnya di Desa Sarakan, Distrik Sepatan, jam 8:00 esuk Waktu Indonesia Barat.

Ida Kusmawati,.SE Kasi : Nanggapi masalah saluran banyu sing mampet amarga sampah, kecamatan nandheske yen langkah awal yaiku nguatake budaya gotong royong.

lisi Nangkep Maling Sepeda Motor amarga Nyolong saka Halaman Masjid ing Tangerang.

Warga : Kita bakal enggal njupuk baya iki lan ngeculake menyang alam liar ing Legon Kadam.

Jerit lan tangisan warga sing kelangan sedulur, mertua, ponakan lanang, lan wong tuwa sing kesasar amarga banjir.

No Responses